Sentences … are just my tunnel to reach the light … my escapades … my runaways … Yet, are just some collection of words that mean nothing to others … but EVERYTHING to me … may world revolves around me like mumbling words out of my chaos thoughts … and may love embraces me with all the arts they captured …
Welcome to My Art of Sentence
Posted in Uncategorized on October 15, 2008 by purplepuzzleYa, diam.
Posted in The Art of Sentence on November 19, 2009 by purplepuzzleDaun-daun yang gugur membuatku gugup,
akan cinta dan kesetiaan..
Membuat senja yang merah bersembunyi sembari bernyanyi :
kidung kematian Sang Putri pelangi..
Lalu diam.
Tiba-tiba musim dingin menyusup,
membelah keyakinanku,
akan harapan dan impian..
“Bukankah sudah kukatakan dia tak akan kembali ?”
Lalu diam.
Aku terpekur di atas cadas hitam,
seperti gadis lugu menunggu kereta malam..
Mungkin aku lelah..
atau mungkin aku hanya tak peduli.
Seingatku sudah ribuan tahun aku kubur pelangi itu bersama belati.
Bahkan batu nisan-nya pun sudah hilang dihempas badai.
Lalu diam.
Mungkin aku marah..
atau mungkin aku hanya lupa.
Tidak. Aku hanya terlalu lelah..
Lalu diam. Ya, diam.
Nov 19, 2009 | 07.51 ~back to where I belong ~
Aku ada !
Posted in Poetry with tags kehidupan, luka, perjalanan on November 10, 2009 by purplepuzzleDi sisimu aku berdiri
Entah harus bicara apa
Aku terdiam macam orang dungu
Mencari kata, aku tetap termangu
“Bodoh!”, aku mengutuk dalam hati..
Di sisimu aku terdiam
Mengerti gemuruh di jiwamu
Aku tahu kau menyimpan tangismu
Senyap begitu jelas sampaikan gundahmu
Nafasmu adalah nafasku
Meski rentang waktu panjang memisahkan
Namun kini kau sendiri jalani gelisahmu
Aku bahkan tak mampu menggapaimu
Gelak tawamu yang dulu kini hilang bersama takutmu
Aku ingat saat aku masih mampu tertawa bersamamu
Tapi kini, aku macam orang dungu
Andai ku bisa ucapkan hanya sepatah untuk halau sedihmu
“Bodoh!”, kutukku.
Maafkan aku..
Jan 7, ‘09 | For my lil’ sis, V on her tough days
~ Despite of my stupidity, you never know how much I’m proud of you ~
I plead
Posted in Bizzare, Poetry with tags chaos, plead on October 24, 2009 by purplepuzzle
Like a chaos in the dark shadow I plead..
I plead for these sorrow to crawl under the cradle
I plead for the falling rainbow to irrevocably scramble
Inside the shattered dream I plead..
I plead for the humming birds to steal the empty voice
I plead for the ocean to cast away the cloudy noise
As birds who won’t cry above the highest trees,
I won’t plead for the summer breeze..
(unnecessary note inside my scramble mind – Oct 24, ‘09)
Don’t leave me alone..
Posted in Pangeran Malam with tags pangeran, rindu on October 16, 2009 by purplepuzzle
Tiba-tiba rindu pangeran malamku…
Untuk kekasihku,
Posted in Poetry with tags diam, kisah, mimpi, Puisi Cinta on October 15, 2009 by purplepuzzleKekasih,
Lantunkan untukku lagu pengantar tidur,
yang dentingnya mampu membius malamku..
Biarkan mimpiku menggantung bersama bintang,
hingga tetes embun membangunkanku
Kekasih,
Dongengkan cerita tentang kerajaan cinta untukku,
yang berkisah akan negeri berbalut awan di langit ke tujuh
Tapi jangan ceritakan tentang tanah tempatku berpijak, kekasihku..
Biarkan bilur-bilur asa menghiasi tidurku,
walau hanya semalam saja…
(21.06 | Oct 15, ‘09)
Antara aku dan mereka
Posted in Poetry with tags gelap, hidup, puisi on October 14, 2009 by purplepuzzleMungkin ini hanya antara aku dan pengharapanku
Hingga aku terdampar di hutan tak bernyawa
Di mana hanya ada tulang belulang tanpa detak nadi
Mungkin ini hanya antara aku dan kesombonganku
Hingga aku terpaksa menari di atas tanah kosong
Berbekal nada yang memekakkan telinga
Mungkin ini hanya antara aku dan kuda kusam yang kutunggangi
Yang surainya menutupi mataku hingga hanya suram di hadapan
Yang berlari liar mengutuk langit yang enggan tersenyum
Ah, mungkin ini hanya antara aku dan mereka ….
(September, 2009)
Me and my shadow
Posted in Spoken Image with tags hidup, puisi, rasa on October 14, 2009 by purplepuzzle
Lihat aku !
Yang berteman bayanganku sendiri,
Mencari pagi yang telah lama pergi..
Lihat aku !
Yang tanpa pernah merasa sepi,
Menunggu temaram yang hampir bosan menghampiri..
Di sini hanya ada aku dan bayangku !
Mencoba mencuri waktu yang dititipkan diluasnya Maha Karya milik-Mu..
Ayo, lihat aku !!
…dan kau ‘kan lihat genangan air mata membanjiri tempatku berdiri…
(Thousand Island, September 2009)
Air
Posted in Bizzare, Poetry with tags air, puisi on October 14, 2009 by purplepuzzleAir..
Ketika ia mengalir, tak ada sedikitpun keraguan akan kemana ia dibawa pergi..
Tak ada sedikitpun ketakutan, akan kemana ia menuju..
Tak ada sedikitpun lelah, akan perjalanan yang telah ia lewati..
Tak sedikitpun ia melawan, karena ia tahu itu sama sekali tak berguna..
Ia meliuk, menghindar, menghantam, menepi..
Ia memanas, mendingin, mengering, membeku..
Ia pecahkan dirinya ketika menghantam batu, namun kembali terkumpul setelahnya.. sama sekali tidak terpisah di antaranya..
Ia kadang menjadi keruh.., namun di persimpangan kembali jernih..
Ia terus berlomba, berkejaran, berpacu.., namun tidak melawan..
Ia terus mengalir..
Bersama segenap kepercayaan.. untuk bertemu dengan Sang Induk..
Sadari air sebagai sumber kehidupan..
Yang tanpanya tak ada hidup mampu tertopang..
Adakah air pernah bertanya.., ”kemana aku akan dibawa pergi..?”
Adakah jawab dari tanya : ”kenapa tubuh manusia mengandung 90% air..?”
Selain hanya ada satu jawab : ”karena ia harus mengalir..”
Lalu sadari air sebagai sumber kehidupan..
Benci Ibu
Posted in Bizzare with tags benci, ibu on February 27, 2009 by purplepuzzleAku membenci ibuku seperti aku membenci diriku sendiri sebagai seorang ibu. Aku membenci ibuku seperti pagi yang datang terlalu cepat bahkan sebelum tidurku genap 8 jam. Aku membenci ibuku yang tidak pernah mampu merasakan bahagia seperti aku membenci diriku sendiri yang tidak mampu menikmati angin sejuk di pekarangan hanya karena aku merasa tidak pantas untuk itu.
Aku membenci ibuku dan kata-katanya yang menyakitkan seperti aku membenci diriku sendiri untuk semua kata-kata yang aku sesali pernah terucap dari mulutku.
Aku membenci ibuku seperti aku membenci diriku sendiri yang tidak pernah mampu berhenti membenci ibuku.
Aku membenci ibuku seperti aku membenci diriku sendiri ….
Aku membenci ibuku yang tidak pernah mengucapkan ‘aku sayang kamu’ seperti aku membenci diriku sendiri yang berulang kali mengucapkan ‘aku sayang kamu’ tanpa pernah mengerti artinya. Aku membenci ibuku yang tidak mampu menerima cinta seperti aku membenci diriku sendiri aku yang kerap menolak cinta. Aku membenci ibuku persis seperti aku membenci diriku sendiri. Aku membenci ibuku seperti aku membenci diriku sendiri dan tidak mampu berhenti mengucapkan kalimat yang sama..
Aku membenci ibuku seperti aku membenci diriku sendiri.. melampaui semua kenangan dan masa indah. Tanpa mampu mengerti bahwa dunia hanya sekedar ilusi. Aku membenci ibuku yang menolak menjadi tua, seperti aku membenci keriput yang mulai mendiami ujung mata dan senyumku. Aku membenci ibuku yang masih belum menemukan teman untuk hari tuanya seperti aku membenci diriku sendiri yang kerap mendorong orang2 pergi menjauh.. aku membenci ibuku seperti aku membenci kenyataan bahwa aku tidak mampu berdamai dengan diriku sendiri.
Aku benci kenyataan bahwa aku mempunyai masalah dalam berhubungan dengan diriku sendiri dan lebih membenci kenyataan bahwa aku tidak mampu mengatasinya. Aku membenci kenyataan bahwa aku cukup sulit untuk diriku sendiri.
A Hurt Heart
Posted in Poetry with tags Hurt, love on January 28, 2009 by purplepuzzleTried so hard to hide my heart
But still can’t resist the love I feel inside
I’m now breathing far away from you
And every second feels like thousands more without you
I just need your love to make me strong
And nothing will ever go wrong
I just want my heart to mend
Before I start my days with you till the end
All I can do now just pray in the dark
Wishing for a healing heart
And hope that one day life will take me to your side
‘Coz deep down inside, being with you is all that I want…