Indahnya pengampunanmu, Ya Khaliq..

Malam ini aku tersungkur..
Teringat aku akan seribu malam yang lalu..
Di saat harumnya masih membuai pelipisku..
Di saat kemilaunya masih mengalunkan nadanya di rongga dadaku..
Ketika aku masih begitu lugu dan keliru..

Aku menengadah dan memandang wajahmu..
Terdiam, dan hanya senyum..
Lalu ku tahu Kau telah lama menungguku..
Dalam diam dan sabar…
Kembali air mataku membuncah..

Ya Khaliq,
Adakah kesabaran itu akan pernah habis ?
Tidak.
Adakah cinta itu akan pernah selesai ?
Tidak.
…. jawabmu dalam hening.
Lalu kembali aku tersungkur. Luruh. Lusuh. Sungguh..!

Aku tenggelam dalam ribuan air mata yang menyeruak membuncah..
Aku terbenam dalam indahnya cahaya pengampunan..
Aku berenang dalam cantiknya hamparan cinta tak bersyarat..

Indahnya….

*suatu malam di tahun ini*

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.